Poin-Poin Utama:
- Kebijakan pemotongan pajak dan tarif Trump dapat mendorong kenaikan dolar karena kebijakan inflasi mendorong Fed mempertimbangkan kembali sikap pemotongan suku bunganya.
- Probabilitas pemotongan suku bunga Fed untuk Desember turun menjadi 60% seiring penguatan dolar yang didorong oleh kebijakan pro-pertumbuhan dan pro-inflasi Trump.
- CPI Oktober sesuai dengan ekspektasi dengan kenaikan tahunan 2,6%, membuka peluang bagi penyesuaian Fed pada Desember.
- Kekuatan dolar bisa berlanjut hingga akhir tahun seiring para pedagang mengamati data ekonomi yang mengonfirmasi ketahanan ekonomi AS.
- Perbedaan kebijakan memberi tekanan pada yen dan euro, dengan yen mencapai level terendah dan euro terdampak oleh ketidakstabilan politik di Jerman.
Bisakah Kebijakan Trump Menopang Kekuatan Dolar?
Kemenangan presiden Donald Trump telah mendorong antusiasme di kalangan pelaku pasar untuk dolar, dengan ekspektasi kebijakan pro-pertumbuhan seperti pemotongan pajak dan tarif baru untuk impor. Langkah-langkah ini, yang diperkirakan akan mendorong inflasi, memperkuat prospek penyesuaian suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember.
Ekspektasi pemotongan suku bunga Fed baru-baru ini menurun, dengan probabilitas pemotongan seperempat poin kini berada di 60%, turun dari 84% bulan lalu, menurut alat FedWatch dari CME.
Kontrol Partai Republik atas Kongres meningkatkan kemungkinan penerapan agenda ekonomi Trump, mendukung tren bullish dolar.
Mitul Kotecha, kepala strategi FX di Barclays, mencatat bahwa campuran kebijakan stimulus fiskal, deregulasi, dan penyesuaian perdagangan kemungkinan akan menambah kekuatan dolar seiring indikator ekonomi tetap kuat. Para analis melihat potensi kenaikan dolar tambahan karena para pedagang mengambil posisi untuk inflasi yang didorong oleh pertumbuhan.
Apakah Data Inflasi Akan Membuat Fed Tetap di Jalurnya?
Indeks Harga Konsumen (CPI) Oktober sesuai dengan ekspektasi, naik 0,2% untuk bulan tersebut dan 2,6% secara tahunan. CPI inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, meningkat sebesar 3,3% year-over-year, memperkuat ekspektasi pasar untuk pemotongan suku bunga Fed pada Desember. Imbal hasil obligasi merespons, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun turun 5 basis poin menjadi 4,38%, dan imbal hasil 2-tahun turun 9 basis poin menjadi 4,256%. Analis percaya bahwa data inflasi ini memberi keyakinan bagi Fed untuk melanjutkan penyesuaian suku bunga Desember, sesuai dengan ekspektasi kebijakan yang lebih luas di bawah platform Trump.
Daya Tarik Pasar
Dengan data inflasi yang sesuai ekspektasi dan kebijakan pro-pertumbuhan Trump di depan mata, momentum kenaikan dolar tampaknya siap berlanjut. Trader akan memantau Indeks Harga Produsen (PPI) pada hari Kamis dan data penjualan ritel pada hari Jumat untuk konfirmasi tambahan tentang ketahanan ekonomi AS. Jika laporan mendatang memperkuat tren ini, dolar dapat melanjutkan kenaikan, mempertahankan jalur bullish hingga akhir tahun seiring Fed dan pelaku pasar menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan fiskal dan moneter.









