Sorotan Utama:
- Euro turun ke level terendah dua tahun setelah rilis data aktivitas bisnis zona euro yang menunjukkan kontraksi.
- Indeks Dolar AS naik 0,41% ke 107,50, sementara euro turun 0,54% menjadi $1,0416, mencatat pelemahan mingguan ketiga berturut-turut.
- Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru, terus mendekati angka $100.000, mencerminkan minat pasar terhadap aset digital.
- PMI komposit zona euro turun ke 48,1 pada November, level terendah dalam 10 bulan, menandakan kontraksi aktivitas ekonomi.
- PMI AS naik ke 55,3, level tertinggi sejak April 2022, menunjukkan ketahanan sektor jasa meskipun sektor manufaktur tetap lemah.
Kontraksi di Zona Euro dan Inggris
Data PMI zona euro menunjukkan bahwa aktivitas bisnis merosot, dengan indeks PMI komposit zona euro berada di bawah angka 50, yang memisahkan ekspansi dari kontraksi. Sementara itu, di Inggris, PMI turun ke 49,9, menandakan kontraksi pertama dalam lebih dari setahun, dipengaruhi oleh rencana pemerintah untuk menaikkan pajak bisnis. Hal ini memperkuat sinyal bahwa ekonomi Inggris mulai kehilangan momentumnya.
Sebaliknya, PMI AS menunjukkan penguatan, terutama didorong oleh sektor jasa. Indeks PMI komposit AS naik ke 55,3 pada November, menunjukkan perbedaan besar antara kekuatan ekonomi AS dan ekonomi lainnya.
Dolar AS Tetap Dominan
Indeks dolar AS menguat, mencerminkan sentimen positif terhadap ekonomi AS yang didukung oleh data PMI yang kuat. Pelemahan euro dan sterling, masing-masing sebesar 0,54% dan 0,49%, memberikan kontribusi pada penguatan dolar. Ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve pada Desember juga menurun, dengan probabilitas saat ini sebesar 52,7%, dibandingkan 69,5% bulan lalu.
Dinamika Bank Sentral
Bank sentral di Eropa dan Inggris diharapkan menjadi lebih agresif dalam memangkas suku bunga untuk mendukung ekonomi mereka. Namun, investor juga mencermati langkah-langkah kebijakan oleh Bank of Japan, di mana lebih dari separuh ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember, sebagian karena kekhawatiran tentang pelemahan yen.
Geopolitik dan Bitcoin
Di tengah kekhawatiran resesi global, investor terus mencari aset alternatif seperti bitcoin, yang terus melonjak ke level tertinggi baru. Sementara itu, sentimen geopolitik di Eropa mendorong seruan dari pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa untuk mengintegrasikan kembali kebijakan ekonomi Uni Eropa guna menghadapi tantangan dari perang dagang yang membayangi dengan AS.
Pasar mata uang saat ini mencerminkan dinamika ekonomi global yang kontras. Dolar AS tetap dominan di tengah data ekonomi yang solid dan ekspektasi kebijakan suku bunga Fed yang lebih hati-hati. Di sisi lain, euro dan sterling berada di bawah tekanan akibat pelemahan data ekonomi regional.
Ke depan, investor akan terus mencermati perkembangan kebijakan moneter, termasuk pengumuman dari Federal Reserve, Bank of England, dan Bank of Japan, yang akan memengaruhi arah pasar mata uang dan aset safe-haven.









