Poin Utama:
- Harga emas bereaksi moderat terhadap keputusan Fed yang mempertahankan suku bunga, mengindikasikan jeda dalam kenaikan lebih lanjut.
- Ketua Fed Jerome Powell mengadopsi pendekatan hati-hati terhadap kebijakan moneter, menunggu perkembangan kebijakan fiskal dan perdagangan AS.
- Investor fokus pada data ekonomi mendatang, termasuk PDB, data ketenagakerjaan, dan inflasi PCE, untuk mengantisipasi langkah Fed berikutnya.
Fed Menahan Suku Bunga, Powell Tegaskan Sikap “Tunggu dan Lihat”
Harga emas sedikit turun setelah Federal Reserve (Fed) mempertahankan suku bunga dalam kisaran 4.25% – 4.50% tanpa memberikan indikasi pemangkasan dalam waktu dekat. XAU/USD bergerak dalam kisaran $2,750 – $2,740 saat Powell berbicara dalam konferensi pers.
Dalam sesi tanya jawab, Powell menegaskan bahwa ia belum berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dan menolak berkomentar mengenai kebijakan pemerintahan baru. Ia juga menyatakan bahwa kebijakan moneter kini “tidak seketat sebelumnya” dan bahwa Fed tidak terburu-buru untuk menyesuaikan suku bunga.
Powell menegaskan bahwa keputusan suku bunga akan bergantung pada perkembangan ekonomi, khususnya kebijakan fiskal dan perdagangan AS.
Pergerakan Pasar Harian: Harga Emas Turun Setelah Konferensi Powell
- Fed secara bulat memutuskan untuk menahan suku bunga dan menghapus bahasa terkait inflasi, yang diartikan pasar sebagai indikasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama.
- Fed menyatakan ekonomi AS terus tumbuh solid, tingkat pengangguran stabil, dan kondisi pasar tenaga kerja tetap kuat.
- Imbal hasil obligasi AS 10-tahun naik 1 basis poin ke 4.549%, membatasi kenaikan emas.
- Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,12% ke 108.04, memberikan tekanan tambahan pada harga emas.
- Alat FedWatch CME menunjukkan bahwa investor memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin pada 2025, dengan pemangkasan pertama diharapkan pada Juni.
Prospek Teknikal XAU/USD: Tren Naik Emas Masih Bertahan
Meskipun harga emas sedikit melemah, tren naik tetap utuh. XAU/USD sempat menyentuh level terendah harian di $2,744, tetapi memangkas sebagian kerugiannya dan tampak membentuk pola bullish harami, yang mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut.
Jika harga emas naik, resistensi berikutnya berada di level tertinggi 24 Januari di $2,785. Penembusan level ini akan membuka jalan menuju rekor tertinggi di $2,790, sebelum akhirnya mengincar $2,800.
Sebaliknya, jika emas turun di bawah $2,750, dukungan berikutnya ada di $2,730, level terendah 27 Januari. Jika level ini ditembus, harga emas dapat menguji $2,700.
Kesimpulan:
Dengan Fed mempertahankan suku bunga dan pasar menanti data ekonomi utama, harga emas masih dalam fase konsolidasi. Investor perlu memantau pergerakan dolar AS dan data ekonomi mendatang untuk menentukan arah emas lebih lanjut. Jika sikap Fed tetap hawkish, emas bisa tertekan lebih dalam, tetapi jika ada tanda-tanda pelemahan ekonomi, harga emas berpotensi kembali menguat.









