Wawasan Pasar: Prospek Emas Saat Dekati Dukungan Kunci
Poin-Poin Utama:
- Harga emas mendekati dukungan rata-rata bergerak 50-hari yang penting, dengan potensi penurunan jika level ini gagal dipertahankan.
- Emas bisa menghadapi tekanan jual jika data inflasi AS atau pernyataan Fed menunjukkan kebijakan suku bunga tinggi yang berkelanjutan.
- Kenaikan hasil Treasury dipicu oleh terpilihnya kembali Trump, dengan imbal hasil 10-tahun mencapai puncak 4,4% pekan lalu.
- Para trader memantau kemungkinan pemotongan suku bunga Fed pada Desember, dengan pendekatan hati-hati yang diproyeksikan untuk 2025.
Emas Mendekati Dukungan Kunci di Tengah Penantian Data Inflasi AS
Harga emas melemah pada hari Senin, mendekati rata-rata bergerak 50-hari di $2,646.83, level yang telah menopang logam ini sejak Juli. Uji coba di level ini bisa memicu pantulan teknikal, tetapi jika terjadi penembusan yang tegas, hal ini dapat menunjukkan perubahan sentimen dan mengekspos emas pada potensi penurunan lebih lanjut dengan target berikutnya di $2,604.39.
Prospek Harga Emas: Dukungan pada $2,646 Kritis dengan Data Inflasi di Depan Mata
Tren “membeli saat turun” yang baru-baru ini terjadi mungkin mulai memudar, menunjukkan bahwa para trader bersiap menghadapi koreksi yang lebih dalam. Untuk mengembalikan momentum bullish, emas perlu melewati level resistansi minor di $2,668.52, $2,697.28, dan $2,716.76. Pada pukul 11:17 GMT, XAU/USD diperdagangkan di $2,660.34, turun $24.11 atau -0.90%.
Lonjakan Hasil Treasury Terkait Pemilihan Ulang Trump dan Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga
Setelah terpilihnya kembali Donald Trump, imbal hasil Treasury meningkat tajam minggu lalu, mencerminkan kekhawatiran inflasi. Imbal hasil Treasury 10-tahun ditutup di 4.306% setelah mencapai puncak 4.4%, sementara imbal hasil 2-tahun stabil di 4.25%. Analis memperkirakan kebijakan Trump dapat meningkatkan inflasi dan imbal hasil obligasi, membatasi kemampuan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga secara agresif.
Minggu lalu, Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 4,50%–4,75%. Meskipun trader saat ini melihat peluang 63% untuk pemotongan lagi pada bulan Desember, Fed kemungkinan akan lebih berhati-hati pada tahun 2024, dengan kemungkinan suku bunga terminal di 3,5% daripada 3,0% yang sebelumnya diperkirakan.
Dolar Menguat saat Pasar Fokus pada Data Inflasi dan Pernyataan Fed
Dolar dibuka stabil pada hari Senin saat pasar menunggu data ekonomi utama, termasuk laporan inflasi Oktober yang dijadwalkan pada hari Rabu. Ekonom memperkirakan Indeks Harga Konsumen (CPI) akan naik 0,2% untuk bulan tersebut dan 2,5% secara tahunan, dengan inflasi inti diproyeksikan tetap di 0,3% bulanan dan 3,3% secara tahunan. Indeks Harga Produsen (PPI) diperkirakan meningkat sebesar 0,3% bulan-ke-bulan dan 2,3% tahunan. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mengurangi peluang pemotongan suku bunga pada bulan Desember, memberikan dukungan lebih lanjut bagi dolar.
Investor juga akan memantau pidato dari beberapa pejabat Fed, termasuk Ketua Jerome Powell pada hari Kamis, untuk mencari petunjuk tentang langkah kebijakan di masa depan. Rilis data penting lainnya, seperti penjualan ritel dan produksi industri pada hari Jumat, juga dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang ketahanan ekonomi.
Masalah Ekonomi Tiongkok Memberatkan Prospek Emas
Data dari Tiongkok selama akhir pekan menunjukkan harga konsumen yang melemah dan deflasi harga produsen yang semakin dalam, yang menyoroti lemahnya permintaan. Langkah-langkah stimulus terbaru dari Beijing tampaknya belum cukup, yang dapat membebani pasar komoditas. Laporan tentang penjualan ritel dan produksi industri Tiongkok minggu ini akan memberikan kejelasan lebih lanjut tentang dampak kebijakan terbaru terhadap permintaan.
Daya Tarik Pasar: Bias Bearish pada Emas Jika Dukungan Kunci Gagal
Dengan harga emas yang diperdagangkan mendekati dukungan kritis di $2,646.83 dan dolar yang kemungkinan akan menguat akibat tekanan inflasi yang diantisipasi, risiko penurunan untuk emas meningkat. Jika logam ini jatuh di bawah dukungan ini, potensi penurunan dapat menuju target berikutnya di $2,604.39. Pembacaan inflasi AS yang kuat dan sinyal hawkish dari Fed kemungkinan akan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi, mendukung dolar dan menekan emas. Outlook ini menunjukkan bias bearish untuk emas dalam jangka pendek.









