Single Post

USDX Melemah Akibat Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan

Poin Utama:

  • Indeks USDX turun 0,78% ke level 108,321, tertekan oleh ketiadaan rencana tarif perdagangan langsung dalam pidato Presiden Trump.
  • Harapan pasar terhadap kenaikan suku bunga AS dan pertumbuhan sebelumnya mendukung penguatan dolar.
  • Analis memperkirakan volatilitas dolar akan berlanjut hingga arah kebijakan perdagangan menjadi lebih jelas.

Indeks dolar AS (USDX) turun 0,78% ke level 108,321 setelah pidato pelantikan Presiden Donald Trump tidak memberikan kejelasan terkait tarif perdagangan langsung. Pelaku pasar sebelumnya mengantisipasi sinyal kebijakan yang lebih kuat, tetapi ketiadaan langkah konkret menekan nilai dolar.

Menurut catatan dari Schroders, dolar mungkin mengalami fluktuasi lebih lanjut sementara pelaku pasar menunggu arah kebijakan yang lebih jelas dari pemerintahan baru. “Dolar AS bisa mengalami pergerakan volatil hingga kebijakan perdagangan dikonfirmasi,” ungkap manajer aset tersebut, mencerminkan sentimen kehati-hatian di pasar.

Analisis Tren Penurunan

Pada grafik 15 menit, indeks ditutup di level 108,321 setelah dibuka di 109,176, mencerminkan penurunan sebesar 0,78%. Rata-rata pergerakan jangka pendek (MA) 5 periode (ungu) dan 10 periode (kuning) berada di bawah MA 30 periode (emas), menunjukkan sentimen bearish. Harga sempat menyentuh level terendah sesi di 107,971 sebelum mengalami pemulihan kecil.

Melihat level support dan resistance, terdapat resistance langsung di 108,500, di mana harga telah mengalami beberapa penolakan. Jika harga berhasil menembus level ini, potensi kenaikan ke 109,000 terbuka. Di sisi lain, support berada di 108,100, dengan support lebih lanjut di 107,800 jika tekanan bearish meningkat.

Faktor-Faktor di Balik Pelemahan

Kelemahan dolar terbaru terjadi setelah periode penguatan pada akhir 2024, yang didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekonomi utama lainnya. Para trader sebelumnya memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan siklus pengetatan yang lebih agresif, mendukung penguatan dolar.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat dibandingkan dengan kawasan lain meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Namun, ketiadaan kejelasan kebijakan perdagangan langsung memicu penilaian ulang terhadap ekspektasi bullish tersebut, memperkenalkan ketidakpastian baru dan tekanan penurunan pada USDX.

Prospek Pasar

Para trader tetap waspada dengan perhatian yang beralih ke data ekonomi mendatang dan sinyal kebijakan Federal Reserve. Hingga kejelasan lebih lanjut terkait perdagangan muncul, USDX kemungkinan akan terus menghadapi tekanan dan berfluktuasi di dalam level-level kunci.

No Responses

⚠️ Disclaimer : ⚠️
Analisis hanya sebuah informasi dan tidak ada keharusan untuk diikuti. Segala tindakan yang anda ambil merupakan tanggung jawab penuh diri anda sendiri

Materi gratis e-course 3 Level
Serba-serbi kalkulator forex
TradingView On VTMarkets

👍Enak kan, ada Free Edukasi, Free Signal, Free Mapping, Lengkap

🔴 JIka bermanfaat buat kalian.
Kini giliran kamu Bantu share link website ini,

Facebook
X
Threads
Telegram

Dapatkan akses ke Komunitas Trading Forex untuk mendapatkan peluang analisa, signal, dan diskusi dengan tim analis kami serta member lainnya

Artikel terkait

VTrader Community

Bantu Trader Forex untuk Profit Konsisten dan mampu trading secara mudah, mandiri dan percaya diri.

Stay with Us

Follow semua social media kami

Webinar Events

Kategori Teknikal

Ketegori

Tags

0 +

Happy Telegram members

How We Can Help you

Kirimkan pertanyaan anda langsung kepada kami

Start Your Trading Journey with Us

Dapatin update seputar trade insight, Road Map Trading Plan, Tips dan Trik seputar Trading Forex

Maju dan Berkembang bersama VTrader

Daftar Gratis Sekarang

Isi data lengkap pada kolom yang sudah disediakan

Dapatin update seputar trade insight, Road Map Trading Plan, Tips dan Trik seputar Trading Forex

Follow Our Social Media

Telegram Join Blog Single Post
Telegram Join
WhatsApp Telegram